Menularkan Kebaikan

Ini tentang menularkan kebaikan. Bagaimana kepedulian kecil merambat jadi berkat bagi yang lain. Beberapa hari lalu kami lakukan perjalanan membelah jalur tengah Pulau Flores, dari Pantai Selatan menuju ke pantai Utara. Salah satu misi dari perjalanan ini adalah membagikan masker, terutama kepada yang dianggap rentan tertular virus Corona. Misi lainnya adalah pelestarian alam melawan raksasa pemodal.

Sebelum memulai perjalanan, saya berpikir untuk menghubungi seseorang yang rumahnya akan kami lewati di tengah pedalaman Flores. Ibunya sendirian disana, sejak ayahnya meninggal dua tahun yang lalu. Dia sendiri sudah lama merantau. Namun, dia tidak dapat dihubungi.

 

Saya kemudian membeli perlengkapan sirih dan pinang seharga Rp 20000 sebagai oleh2 untuk ibunya.

Lalu, ketika menjelang sore dalam perjalanan melelahkan, kami mampir ke rumah itu. Perjalanan dengan Medan yang ADUHAI, rasa pengen mau muntah keluar usus 12 jari!!  Sepi. Penduduk kampung sedang dalam perjalanan pulang dari kebun. Hanya kelihatan bocah2 berotot, kulit coklat tua yang bercanda ceria pulang mandi dari kali, sambil menenteng jerigen air.  Gerbang bambu depan rumah ditutup palang bambu. Tidak ada sahutan ketika dipanggil2 dari luar. Terobos palang bambu, tetap masuk. Pintu depan diketuk, tidak ada sahutan. Tapi kelihatan ada asap keluar dari sela2 dinding dapur, tanda Ada orangnya. Lalu, langsung ke dapur. Pintu dapur terbuka lebar. Ada ibu tua duduk menghadap tungku, ditemani anjing kecil…..

Dia tidak mengenal kami. Namun, langsung tidak ada sungkan ketika melihat kami membawakannya sirih dan pinang. Rumah itu bersih. Dia hidup tidak ada kekurangan. Tapi sendirian saja dalam rumah itu. Dinding rumah penuh foto ketika wisuda anaknya2.  Kami lanjutkan perjalanan setelah habiskan waktu hampir 15 menit hanya untuk menolak tawarannya untuk menginap. Tidak lupa berikan masker, dan jelaskan tentang virus korona padanya.

Tadi pagi dapat telpon dari nomor tak dikenal. Dari seberang terdengar suara yang saya kenal baik. Dia langsung ucapkan terima kasih karena telah mampir ke rumahnya, dan menengok ibunya. Ibu yang sangat dia rindukan. Dan lalu, tawaran yang dia berikan sangat membuat saya gembira. Ada beras 120 kg yang bisa kami ambil dari seseorang disini. Orang itu meminta dia berikan sejumlah uang kepada anaknya yang sedang kuliah di tanah perantauan, dan beras itu jadi jaminan. Klop!! Ada 12 KK dalam data kami yang butuh beras (Beras 120kg @ 20,000IDR). Tiap2 akan dapat 10 kg!!

 

What a wonderful world….

 

Share Artikel ini ...
Posted in News   

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *